Tol Pejagan-Cilacap Didorong Segera Terwujud, Mengatasi Macet di Ajibarang
Arus lalu lintas di Kabupaten Banyumas, khususnya saat periode mudik dan balik Idul Fitri 1445H/2024M, menghadapi tantangan serius di pertigaan Ajibarang menuju Tol Pejagan, Brebes. Pentingnya pembangunan jalan Tol Pejagan-Cilacap sebagai solusi jangka panjang atas masalah kemacetan tersebut, tidak hanya akan menguntungkan selama masa mudik, tetapi juga akan menangani volume lalu lintas yang terus meningkat.

Arus lalu lintas di Banyumas ketika mudik dan balik di momen Lebaran Idul Fitri 1445H/2024M, menyisakan titik kemacetan. Tepatnya di wilayah pertigaan Ajibarang menuju Tol Pejagan, Brebes.
Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Banyumas, Agus Sriyono, tahun ini menjadi titik berat lalu lintas ada di Jalan Nasional, terutama di Wilayah Kecamatan Ajibarang akibat kemacetan yang ada di Bumiayu.
"Arus lalu lintas melalui jalur selatan Pejagan-Bumiayu-Ajibarang-Kebumen-Yogyakarta, terjadi hambatan kelancaran seperti ruas Bumiayu-Pejagan, yang pada arus balik mengalami antrean," ujarnya.
Banyak faktor penyebab kemacetan pada 13-16 April 2024, antara lain volume arus lalu lintas melebihi kapasitas jalan, hambatan samping seperti banyaknya simpang prioritas yang diatur warga, keluar masuk rumah makan, SPBU dan lokasi wisata, pengguna jalan yang sengaja menggunakan jalur berlawanan (ngeblong), kendaraan mogok, serta kejadian kecelakaan lalu lintas.
Agus mengatakan, dari faktor-faktor itu, solusi yang oerlu dipertimbangkan yaitu jalan Tol Pejagan-Cilacao segera terwujud. Jika hanya dilakukan pelebaran jalan, masih menimbulkan permasalahan.
"Pembangunan jalan tol Pejagan-Cilacap tidak hanya digunakan pada masa lebaran, tapi volume lalu lintas yang terus meningkat dan jika dilakukan pelebaran jalan, masih akan menjadi permasalahan karena banyaknya hambatan samping sepanjang jalur teresebut," katanya.
Agus mencatat, praktik rekayasa lalu lintas yang dilakukan selama ini saat arus mudik dan balik, hanya memberikan solusi sementara. Dan setiap tahunnya, masalah ini berpotensi terulang.
"Kami menyadari bahwa pengaturan dan rekayasa lalu lintas hanya akan mengalihkan kemacetan sementara, tanpa memberikan solusi jangka panjang," kata Agus.
Di sisi lain, dia menyoroti, pada tahun ini, wilayah kota dan sekitarnya tidak mengalami kemacetan panjang. Hal ini disebabkan oleh upaya pengendalian yang dilakukan petugas, termasuk dari Polres, Dinhub, serta personel TNI dan organisasi masyarakat. Hal ini terlihat dari kelancaran arus lalu lintas yang cukup terjaga.
"Integrasi dan koordinasi antara Polresta Banyumas di wilayah Patikraja, Simpang Pegalongan, dan Kaliori telah berjalan dengan baik, sehingga arus lalu lintas pada tahun ini tidak menciptakan kemacetan sepanjang tahun sebelumnya," pungkasnya.