INDONEWSPORTAL.COM - Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79, sebuah bendera Merah Putih dengan panjang spektakuler 1,8 kilometer berkibar megah di sepanjang jalan kabupaten Desa Kedunggede, Kecamatan Banyumas, pada Minggu (28/7).
Pengibaran bendera ini tidak hanya menjadi simbol kebanggaan, tetapi juga mencerminkan semangat warga Desa Kedunggede dalam mengisi kemerdekaan dengan semangat gotong royong dan kebersamaan.
Kepala Dusun 1 Desa Kedunggede, Katamsi, menjelaskan bahwa bendera Merah Putih ini melintasi delapan RT di wilayah Dusun 1, menunjukkan kekompakan dan semangat warga dalam menyambut hari bersejarah bagi bangsa Indonesia.
"Bendera merah putih sepanjang 1,8 kilometer dipasang dari barat RSUD Banyumas, melewati depan Kantor Desa Kedunggede, hingga perbatasan Desa Karangrau," ungkap Katamsi di lokasi pemasangan.
Pengibaran bendera sepanjang ini melibatkan sekitar 400 warga yang aktif dalam proses pemasangan, mencerminkan nilai kebersamaan yang tinggi. Pemasangan bendera dibagi menjadi tiga titik utama untuk efektivitas waktu dan tenaga.
Dua tim bergerak dari ujung barat RSUD Banyumas dan perbatasan Desa Karangrau, bertemu di titik ketiga yang terletak di tengah jalan.
"Bendera merah putih sepanjang 1,8 kilometer dijahit selama tiga hari oleh empat orang," tambah Katamsi, menyoroti kerja keras dan dedikasi yang diperlukan untuk menciptakan bendera raksasa ini.
Desa Kedunggede berupaya menciptakan keunikan dalam merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia. Dengan bentangan bendera yang panjang ini, desa tersebut berharap dapat memberikan perbedaan yang menonjol dibandingkan dengan desa lain di sekitar Banyumas.
Bendera tersebut dipasang dengan menggunakan tiang bambu dan peralatan pendukung lainnya, serta terbentang rapi di bahu jalan kabupaten. Gulungan bendera ini dibawa dengan menggunakan angkong, dan pemasangannya melibatkan kerjasama yang kompak antara warga.
Ini menunjukkan semangat kebersamaan dan gotong royong yang kuat, nilai-nilai yang menjadi bagian penting dari budaya Indonesia.
Tidak hanya memasang bendera, warga Dusun 1 Desa Kedunggede juga menambah semarak perayaan kemerdekaan dengan berbagai dekorasi.
Ruas jalan dihiasi dengan pengecatan, pemasangan umbul-umbul, pembangunan gapura, hingga lampu hias yang melengkung di atas jalan. Semua elemen ini memberikan sentuhan keindahan dan kemeriahan yang menambah semangat warga dalam menyambut hari kemerdekaan.
Pj Bupati Banyumas, Hanung Cahyo Saputro, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif dan semangat warga Desa Kedunggede.
"Inisiatif ini tidak hanya menunjukkan cinta tanah air, tetapi juga memperkuat semangat persatuan dan kesatuan di antara warga. Semoga ini menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam merayakan kemerdekaan Indonesia," ungkap Hanung.
Kegiatan ini tidak hanya sekadar perayaan, tetapi juga menjadi refleksi dari semangat kemerdekaan dan kebersamaan yang perlu terus dipupuk dan diwariskan kepada generasi muda.
Dengan melibatkan ratusan warga dalam pemasangan bendera dan dekorasi, acara ini juga berfungsi sebagai media pembelajaran tentang pentingnya gotong royong dan kerja sama dalam mencapai tujuan bersama.
Selain itu, pemasangan bendera sepanjang 1,8 kilometer ini diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat luas dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran setiap individu dalam menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Pemasangan bendera sepanjang 1,8 kilometer di Desa Kedunggede ini diharapkan dapat menginspirasi desa-desa lain untuk melakukan hal serupa dalam menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia. Inisiatif ini menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk kreativitas dan gotong royong.
Bendera Merah Putih yang berkibar megah di Desa Kedunggede bukan hanya menjadi simbol kebanggaan, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa semangat kemerdekaan Indonesia masih berkobar di hati setiap warga negara, dari kota hingga pelosok desa.
Dengan langkah kreatif ini, Desa Kedunggede menunjukkan bahwa merayakan kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang sejarah, tetapi juga tentang menciptakan momen yang menyatukan dan memperkuat rasa cinta tanah air.